Menyambut Kathina tahun ini, terasa sekali antusiasme umat Buddha. Di medsos Buddhis banyak sekali pengumuman tentang diselenggarakannya event yang berkaitan dengan Kathina. Hal ini sangat menggembirakan karena menunjukkan bahwa umat Buddha telah menyadari benar betapa pentingnya berdana. Dalam antusiasme yang tinggi itu, dapat dimaklumi terdapat beberapa hal dalam penulisan yang kiranya perlu mendapat perhatian.
Ada yang kurang tepat dalam menuliskan Kathina menjadi *Khatina* Dana Vihara. Ada yang menuliskan Kathina Puja, ada yang menuliskan Sanghadana Kathina 2566/2022, ada juga yang menuliskan Sanghadana dalam rangka Kathina 2566 TB/2022. Ada juga yang menuliskan Kathinakala Sanghadana. Ada yang lebih singkat: Kathina Dana. Ada juga Sanghadana di masa Kathina. Ada juga tulisan Sanghadana di bulan Kathina 2566 TB/2022, padahal Kathina bukanlah nama bulan.
Seorang teman sampai bertanya di dalam hati kenapa ya kok ada yang bilang Sanghadana lalu ada yang bilang Kathina Puja……
Menjawab pertanyaan tentang perayaan Kathina, seorang bhikkhu senior menerangkan bahwa perayaan Kathina yang dikenal di Indonesia secara tradisi dikenal ada dua macam. Yang pertama adalah acara persembahan jubah Kathina, yang hanya dapat dilakukan bila terdapat minimal lima orang bhikkhu yang bervassa di vihara yang ada sima. Yang kedua adalah acara persembahan jubah di masa Kathina yang dapat dilakukan walaupun tidak ada bhikkhu yang bervassa di tempat itu, yang kini dikenal sebagai Sanghadana di masa Kathina.
Perayaan Kathina merupakan perayaan dalam agama Buddha yang banyak sekali diikuti oleh umat Buddha. Dengan penuh antusias umat Buddha datang ke tempat perayaan Kathina dengan membawa persembahan kepada Sangha berupa jubah maupun keperluan bhikkhu lainnya. Persembahan kepada Sangha pada masa Kathina dianggap mempunyai nilai yang sangat tinggi.
Dengan demikian jelas bahwa frasa yang tepat terkait dengan kegiatan merayakan Kathina adalah *Perayaan Kathina*. Frasa Kathinadana di masa Kathina bermakna barang persembahan yang disampaikan kepada Sangha dalam masa Kathina, merupakan kata benda yang tidak berkonotasi kegiatan sehingga menurut seorang teman ahli bahasa tidak tepat dijadikan judul untuk suatu event.
Semoga dalam menyambut Kathina di tahun-tahun mendatang, penyelenggara dapat cukup menuliskan Perayaan Kathina 25…. Tahun Buddhis/20…., dengan catatan umat mempersembahkan Sanghadana pada kesempatan perayaan tersebut. Sehingga tentunya tidak ada lagi teman yang bertanya di dalam hati tentang judul event Perayaan Kathina…..

















