Top 10 Penulis

Perenungan Tentang Sebuah Perubahan

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

Old Thai woman, near Chiang Rai

Setiap manusia yang terlahir di kehidupan ini memiliki perbedaan-perbedaan. Baik secara genetik, pria dan wanita, maupun sifat atau karakter dalam diri masing-masing. Ada yang memiliki sifat buruk, seperti pemarah, iri hati, benci dan dendam. Ada juga yang memiliki sifat baik, penyabar, ramah, sopan dan suka menolong.

Seiring berjalannya waktu, perubahan pun terjadi. Secara terus menerus terhadap setiap manusia, termasuk alam semesta. Pagi berganti siang, siang menjadi malam, lalu malam pun pergi menyongsong fajar, begitu seterusnya.

Begitu pun dengan sifat atau karakter dalam diri seseorang yang bisa berubah. Seseorang dengan perilaku buruk bisa menjadi baik. Begitu juga sebaliknya, seseorang dengan perilaku baik bisa berubah menjadi buruk, semua bergantung dalam diri masing-masing.

Pada kenyataannya hukum perubahan ini berlaku untuk semua jenis manusia tanpa memandang status sosial atau apapun. Bahkan semua jenis makhluk pasti mengalami perubahan.

Semua manusia pada umumnya ingin usia muda sepanjang hidup dan menolak usia tua, inginnya sehat terus dan menolak sakit, inginnya hidup terus dan menolak mati.

Keinginan yang tidak sesuai dengan kenyataan inilah yang menciptakan penderitaan dalam diri seseorang. Kemampuan seseorang untuk mengubah keinginan agar sesuai dengan kenyataan akan menciptakan kedamaian dan kebahagiaan di dalam dirinya.

Kemampuan mengubah keinginan agar sesuai dengan kenyataan ini dapat dicapai melalui perilaku bajik dan disokong oleh praktik meditasi. Praktik meditasi yang benar bertujuan untuk mengurangi Tiga Akar Kejahatan, yakni Keserakahan, Kebencian dan Kebodohan Batin.

Dengan praktik meditasi akan muncul pemahaman benar yang disertai kebijaksanaan. Seseorang akan terkondisi hidup dengan kesadaran pada saat ini. Lalu secara bertahap akan memahami dengan sempurna tentang perubahan.

Mengutip kalimat perenungan dalam Parrita Abhinhapaccavekkhana Patha :

Aku wajar mengalami usia tua.
Aku takkan mampu menghindari usia tua.
Aku wajar menyandang penyakit.
Aku takkan mampu menghindari penyakit.
Aku wajar mengalami kematian.
Aku takkan mampu menghindari kematian.
Segala milikku yang kucintai dan kusenangi wajar berubah, wajar terpisah dariku.
Aku adalah pemilik perbuatanku sendiri,
terwarisi oleh perbuatanku sendiri,
lahir dari perbuatanku sendiri,
berkerabat dengan perbuatanku sendiri,
bergantung pada perbuatanku sendiri.
Perbuatan apapun yang akan kulakukan,
baik atau pun buruk;
perbuatan itulah yang akan kuwarisi.
Demikian hendaknya kerap kali kita renungkan.

Marilah kita mengisi perubahan yang terjadi dalam kehidupan ini dengan kebaikan melalui pikiran, ucapan, perbuatan dan tidak lupa bermeditasi. Sehingga kedamaian dan kebahagiaan selalu menyertai kita setiap saat.

Semoga semua makhluk berbahagia.

****

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

a black and white photo of security cameras on a pole
Rasa malu dari perbuatan jahat bersumber dari dalam diri sendiri, sedangkan rasa takut akibat dari perbuatan jahat dipengaruhi hal-hal yang bersumber dari luar diri kita.
Kami harus melakukan praktik meditasi 30 menit per sesi, dengan total minimal 15 jam setiap hari.

Tulisan Terkait