Top 10 Penulis

Puisi: Tiga Batang Dupa, Aku Kaya Raya

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

culture, tradition, temple
Photo by achirathep

Tiga Batang dupa dibakar
Tepat di depan altar
Asapnya mencuar
Teriring doa yang berkoar
Aku ingin menjadi tenar

Tiga batang dupa diayun
Berisi harapan agar beruntung
Segera dapat uang triliun
Agar bisa cepat pensiun
Aku sudah bosan hidup terpasung

Tiga batang dupa diangkat tinggi
Memohon langit menjatuhkan hoki
Punya banyak rumah juga jet pribadi
Cepatlah terpenuhi
Aku ingin berfoya-foya seenak hati

Tiga batang dupa ditancap
Tak sabar lagi hidup gemerlap
Biar tidurku lelap
Bantalan emas kan kudekap
Bangun pagi harta meluap

**

Tiga batang dupa habis tak tersisa
Tepat di depan batang hidung sang dewa
Ia tidak berkata, berbisik pun takada
Aku belum berubah
Masih seperti dahulu kala

Kalau mau kaya usahalah

****

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

Vibrant red traditional wedding scene with bride in veil and candles.
Perjodohan dan perkawinan bagi orang Tionghoa memiliki makna filosofis yang sangat dalam. Hal ini dipandang sebagai keselarasan dua prinsip alam semesta sebagaimana yang tertera pada konsep Yin-Yang.
gold and white religious print book on red textile
“Bagi-bagi angpao itu bawa hoki, lho. Ntar kamu pasti dapat lebih banyak.”

Tulisan Terkait