Top 10 Penulis

Puisi: Apa yang Kudengar Hanya Apa yang Kudengar

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

woman sleeping on white textile
Photo by Jessica Flavia

Wajah ceria ini milikku
Kuping seperti daun ini milikku
Kulit dicubit sakit ini milikku
Rambut Panjang ini milikku.

Selama aku masih melekat.
Selama aku masih menganggap.
Selama aku masih menamakan.
Aku ini adalah Kekal.

Di masa lalu aku menderita.
Di masa lalu aku khawatir.
Di masa akan datang aku meragukan.
Di masa akan datang aku kebinggungan.

Kalau itu yang terjadi padaku.
Aku akan selalu menggenggam.
Bahwa hidup adalah kekal.
Namun kenyataan hidup adalah tidak kekal.

Kesadaran akan hidup tidak kekal.
Akan menyadarkanku :
Apa yang kudengar hanya apa yang kudengar.
Apa yang kulihat hanya apa yang kulihat.

Ketika ada rasa cemas.
Ketika ada rasa khawatir
Aku mulai menyadari bahwa:
Apa yang kudengar hanya apa yang kudengar

Ketika kesadaran itu muncul.
Aku mengalami dan menyadari.
Kebijaksanaan muncul dalam diriku.
Aku merasakan Kebahagiaan sesungguhnya.

Semoga Semua Makhluk Berbahagia.

**

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

Red and white lighthouse with waves crashing against rocks under a stormy sky.
Suatu hari, teman sekelasnya mengancam dia agar tidak mengisi lembar ulangan dengan benar supaya temannya tersebut bisa mendapatkan nilai terbaik. Dia pulang ke rumah dengan menangis namun tidak berani menceritakan apa yang terjadi

Tulisan Terkait