Top 10 Penulis

Puisi: Bersama Derita

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

white and gray abstract painting
Photo by Yaopey Yong

Melihat kehidupanmu
Ku selalu merasa kurang
Melihat kehidupanku
Kamu merasa kurang

Setiap ada kekurangan
Selalu hadir penderitaan
Setiap ada perbedaan
Pun hadir kesusahan

Jika ditanya, apakah aku suka menderita?
Tentu jawabnya tidak
Namun ketika penderitaan ada
Aku pun kadang tak merasakannya

Sulit melihat derita dalam deritaku
Mudah memahami derita di derita orang lain
Apakah ini sebuah makna bahwa derita itu tak ada?

Walau aku tak melihat deritaku
Namun kenapa aku merasa sulit
Terlilit dalam kepahitan hidup

Bangun tak nyaman tidur tak nyenyak
Makan tak nikmat
Bekerja tak gembira
Berteman tak hangat
Berkeluarga tak riang

Mungkin ini tanda untuk kupahami
Bahwa itulah derita yang ada dalam diriku
Mungkin juga ini sebagai jawaban
Bahwa derita ada dalam hidupku

Selama derita tak dipahami sebagai derita
Selama itulah derita tak pernah padam

Layaknya seekor kerbau yang selalu dicambuk majikannya
Sang kerbau tak pernah berniat lari dari deritanya
Sang kerbau tak berdaya memahami penderitaannya
Karenanya ia selalu bersama majikannya dan deritanya

Namun itulah seekor kerbau yang terwarisi keterbatasan akal budi

Aku bukan seekor kerbau
Aku manusia yang berwariskan akal budi
Aku layak memahami deritaku
Aku mau lepas dari deritaku

Saat kumulai pahami sang derita
Sahahat derita pun datang yaitu kebahagiaan
Ketika derita itu dipahami, aku mulai memahami lenyapnya derita
Inilah yang membuat derita itu padam

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

Person Rising Hands Forming Heart Silhouette
”Apakah ini buah dari karma buruk masa lampau?, ataukah ini sebuah buah karma buruk dari masa kini?”
silhouette of man illustration
Cinta dan kasih sayang muncul di saat kepedulian hadir Ciri peduli adalah mau berbagi Berbagi sesuatu yang berlebih

Tulisan Terkait