Dhamma tidak hanya dipercaya tanpa klarifikasi,
tiadanya pengertian, pengetahuan dan pengalaman,
melainkan harus dengan datang sendiri,
melihat dan membuktikan.
Memahami dan menerima kenyataan,
kebijaksanaan akan berkembang nyata,
hingga terpenuhilah terangnya pandangan,
namun hanya untuk mereka yang mau berusaha.
Maka beruntunglah mengenal Ajaran Buddha,
pembuat cahaya di pekatnya kegelapan,
yang mengungkapkan segala kebenaran,
untuk membimbing menuju akhir derita.
Dan ketika orang bijaksana mendengarkan ini,
mereka memperoleh kesadarannya lagi,
batinnya menjadi tenteram, damai dan bahagia,
hingga tercapailah Nibbana.
















