Kita
Dua pasang mata
Berkelana pada beda arah mesra
Tersisa dari kepingan air mata
Yang tak sempat menguap gegap gempita
Terhanyut dalam arus tanpa muara
Dalam balutan luka menganga
Hadir tatapmu mengalun damai
Sejenak mengubah hampa menjadi tenang
Tanpa kepahitan yang membayang
Lengkung senyummu serupa kudapan manis
Di tengah sore bergerimis
Perlahan memekarkan kelopak – kelopak cinta
Mengisi kekosongan hati yang porak poranda sebelumnya
Kini, debar dan detak tak lagi tawar
Mengakar di redung paling dasar
Menguatkan bait – bait doa setinggi angkasa
Lantas diendusnya wejangan beragam aroma
Tuk memastikan desiran rasa tidak beraksa
Pada rongga – rongga jiwa yang telah memancar
Sehebat – hebatnya binar
Asmara menjelma di keduanya
Berpeluk pesona malam taram temaram
Dua pasang mata tenggelam
Saling mencengkam penuh kesucian
Selamat mendaki puncak penuh penantian
Dari pintumu
Dua pasang mata
Mengepal kuat mantra
Penawar lukanya
****
















