Top 10 Penulis

Puisi: Fajar Menyambut Kebajikan, Menyongsong Kebahagiaan

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

barley field, wheat, agriculture
Photo by kangbch

Fajar mulai menyapa, dinginnya pagi menusuk relung tulang ini
Orang-orang mulai berlalu lalang, hilir mudik silih berganti

Memulai aktifitas di pagi hari
Tetesan embun pagi menempel di dedaunan

Perlahan-lahan lenyap dan tidak bertahan lama
Menandakan hadirnya sang surya

Sang waktu terus berputar begitu cepat
Begitu pula dengan kehidupan manusia

Pendek, terbatas dan singkat
Kehidupan manusia adalah penuh penderitaan, penuh kesengsaraan

Hargailah kehidupan saat ini
Pahamilah bahwa tubuh yang sedang kita pinjam ini sangatlah berharga

Maka gunakanlah seoptimal mungkin
Selama ia masih ada bersama dengan kita saat ini

Bijaksanalah memahami hal ini
Agar terbebas dari kelahiran di alam-alam rendah

Manfaatkan kelahiran saat ini sebagai manusia
Jangan pernah sia-siakan

Karena sangat sulit untuk terlahir sebagai manusia
Renungkanlah betapa berharganya kehidupan manusia saat ini

Seringlah berbuat baik
Mengingat perbuatan baik dan mengulang-ulang perbuatan baik

Melalui pikiran, ucapan dan perbuatan
Sehingga menjadi suatu kebiasaan

Sekecil apapun perbuatan baik yang sudah kita lakukan
Kebahagiaanlah yang kita dapat

Seringlah berbuat kebajikan
Karena berbuat kebajikan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu

Berusahalah untuk selalu mempraktikkan Dhamma
Karena kita tidak tau dikehidupan yang akan datang kita bertemu dengan Dhamma

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

barley field, wheat, agriculture
Pendek, terbatas dan singkat / Kehidupan manusia adalah penuh penderitaan, penuh kesengsaraan
white Ferris wheel under clear sky during daytime
Lelah sekali … / Sangat lelah dan capai / Ingin rasanya aku mengakhiri lelah dan capaiku

Tulisan Terkait