Dibawah langit biru yang luas terbentang, Kita sambut Hari Perdamaian Dunia dengan gembira. Di dalam hati, semangat damai berdentang, Menggapai keharmonian, melebur dalam irama. Di sana, di seberang samudra yang jauh, Terdengar suara anak-anak bersuka cita. Mereka bermain, tertawa, tanpa ragu, Satu tekad mengisi dunia dengan cinta. Dalam keberagaman, kita bersatu, Sejalin, tanpa memandang warna kulit. Bersama-sama, kita bina kebahagiaan yang nyata, Memupuk persaudaraan, menghindari perpecahan. Di ladang hijau, petani bekerja bersama, Menggenggam harapan, menabur benih sejahtera. Tanpa perbedaan, mereka berbagi rasa, Menghidupkan visi perdamaian yang abadi. Di kota-kota, jalan-jalan dipenuhi keramaian, Pelangi warna, berpadu dalam kebersamaan. Tangan bergandengan, hati penuh kemanusiaan, Membangun jembatan, menghapuskan perpecahan. Hari Perdamaian Dunia, panggilan keadilan, Untuk mengakhiri kekerasan, membawa perdamaian. Marilah kita, bersama-sama, berkontribusi nyata, Merangkai keindahan dalam tiap hela nafas kita. Di bawah langit yang biru nan menawan, Harmoni tercipta, cahaya damai bersinar. Hari Perdamaian Dunia, momentum yang agung, Mengajak seluruh dunia, dalam satu rangkuman. Mari kita bersatu, dalam kebaikan yang tulus, Memanusiakan manusia, memupuk kedamaian. Harmoni di bawah langit, cita-cita yang abadi, Menatap masa depan, dengan hati yang berseri. Bersama-sama, kita canangkan harapan, Hari Perdamaian Dunia, jiwa kita menyala. Dalam kebersamaan, kita ciptakan keindahan, Di bawah langit, harmoni kian terpancar jaya.
Sang Penakluk Sejati
Kabar buruknya adalah bodi mobilku kembali mengalami luka baru dikarenakan sel kankernya berjalan-jalan dari rongga nasofaring ke mulutku, alias ‘metastasis’ dalam dunia kedokteran. Bagaimana daku bisa bertahan kali ini?
Read more
















