Top 10 Penulis

Puisi: Kau dan Aku yang Terbuai dalam Deru

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

man and woman holding hand together
Photo by The HK Photo Company

Bukan kali ini aku melihat sepasang matamu yang telaga
meniriskan riak bening yang telah kumafhumi maknanya

Sejak tiga dekade napasmu yang tersengal patah
membuatku yakin, kau hanyalah seonggok nyawa rapuh
yang pasti sebentar akan menirus dari pandanganku

Lara-lara itu membekapmu seperti partitur sunyi
menjadikan senandung jadi bisu
yang merambat lambat dalam birama kematian

Kita, kau dan aku
hanyalah menekin yang lahir dari rahim nova
lalu hilang dalam entropi yang tak terjamah nalar

Entropi ini sedang menjamahmu
ia menjelma gergasi yang menculikmu dari kefanaan
seperti Yakkha Alavaka yang bengis
yang lebih bara dari amarah selaksa Mara

Ini memang fana yang buai kita dalam deru
seperti roda samsara yang tak pernah berhenti berputar

Kita, kau dan aku
tinggal menghitung masa yang tak berkesudahan
dalam keletihan yang luar biasa

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

man and woman holding hand together
Kita, kau dan aku / hanyalah menekin yang lahir dari rahim nova / lalu hilang dalam entropi yang tak terjamah nalar
person on forest
Kegiuran akan kenikmatan manis tanah / memasungnya dalam raga pendosa

Tulisan Terkait