Top 10 Penulis

Puisi: Kesedihan dan Kemarahan

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

Image by gpointstudio

Kediamanku sering diselimuti embun beku dan salju,

Angin asing membawa lagi musim semi dan musim panas;

Mereka dengan lembut meniup jubahku,

Dan melengking dingin ke telingaku;

Emosi diaduk, saya memikirkan orang tua saya,

Sementara saya menarik napas panjang dari kesedihan yang tak ada habisnya.

Setiap kali tamu berkunjung dari jauh,

saya sering bergembira mendengar kabar mereka;

Saya tidak kehilangan waktu untuk melontarkan pertanyaan yang bersemangat,

Hanya untuk mengetahui bahwa para tamu bukan dari kota asal saya.

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

Man Showing Wristwatch
Sammā-Ājīvo juga mengajarkan prinsip kejujuran, integritas, dan transparansi dalam bekerja.

Tulisan Terkait