Kediamanku sering diselimuti embun beku dan salju,
Angin asing membawa lagi musim semi dan musim panas;
Mereka dengan lembut meniup jubahku,
Dan melengking dingin ke telingaku;
Emosi diaduk, saya memikirkan orang tua saya,
Sementara saya menarik napas panjang dari kesedihan yang tak ada habisnya.
Setiap kali tamu berkunjung dari jauh,
saya sering bergembira mendengar kabar mereka;
Saya tidak kehilangan waktu untuk melontarkan pertanyaan yang bersemangat,
Hanya untuk mengetahui bahwa para tamu bukan dari kota asal saya.
















