Top 10 Penulis

Puisi: Konon Umur Manusia Tiada yang Tahu

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

Old Thai woman, near Chiang Rai

Tak tahu entah kapan?
Tua, muda, maupun yang mapan.
Pada saatnya belakang maupun depan
Menunggu tiba di hariban!

Bersyukurlah atas kehidupan yang telah kita lewati
Dengan suka duka berganti
Yang senantiasa tidaklah pasti
Hari akhir datang tak akan terlewati.

Saatnya kini,
Mereka yang menyadari
Kapan lagi untuk mau mengerti?
Kebenaran Dhamma yang hakiki.

Lakukan perbuatan bajik
Walaupun hanya setitik
Dengan pikiran, ucapan, dan perbuatan tak tercela
Lakukanlah untuk selama-lamanya

Jangan disesalkan kemudian hari
Saatnya yang tepat, mulailah kini
Kesadaran nyata, Bodhi tertinggi
Yang harus dicapai hingga nanti

Appamadena Sampadetha, berjuanglah dengan sungguh-sungguh, Sadhu.
Semoga semua makhluk hidup Berbahagia!

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

a bowl of food and a drink on a table
Berbicara mengisi perut adalah hal yang sangat urgen, karena dengan perut keroncongan yang belum terisi orang menjadi lesu, tidak bersemangat, tidak berdaya, sehingga tidak dapat mengerjakan sesuatu untuk berkarya. 
Ragam festival Pehcun ini merupakan akulturasi budaya pendatang dengan budaya setempat. Sebagai bentuk kearifan lokal yang menumbuhkan semangat kebersamaan, memperkokoh persatuan, dan kesatuan bangsa.

Tulisan Terkait