Konstitusi bunga rampai kebesaran,
Hanya di atas kertas, sekadar kata-kata hampa.
Janji-janji muluk, berkilauan semu,
Saat ujian tiba, jadi cuma kata-kata abu.
Jalinan kebesaran, katanya adil rata,
Tapi bagi beberapa, lebih seperti makanan katering elite.
Hukum dan undang-undang, semaunya tafsir,
Di ujung jari mereka, kuasa yang tak terhingga.
Konstitusi, dasar negara yang agung,
Sayangnya, ada yang pandang sebelah mata.
Kemerdekaan hanya di atas kertas bertanda,
Saat tiba di lapangan, tak semua rakyat merasa tenteram.
Bangsa berdaulat, rakyat berkuasa,
Tapi kadang terasa hanya kata-kata berlalu.
Konstitusi jalinan keadilan tak ternilai,
Namun kenyataannya, masih ada yang terzalimi.
Oh Konstitusi, simbol harapan dan impian,
Bisakah kau nyatakan semua yang dijanjikan?
Bukan hanya teks kosong, tapi nyata dalam tindakan,
Agar kebesaran bangsa tak hanya menjadi imaji belaka.
Selamat ‘Merayakan’ Hari Konstitusi Republik Indonesia! Sejak tahun 1945, sebuah karya tulis yang dipuji-puji, namun kadang hanya seperti kata-kata hampa. Semoga konstitusi ini tidak hanya sekadar simbol, tetapi benar-benar mampu menghidupi janji-janji keadilan dan kesejahteraan bagi semua rakyat. Mari kita berharap agar konstitusi ini tidak sekadar jadi hiasan, tapi menjadi landasan yang kokoh untuk kebesaran bangsa kita.
















