Top 10 Penulis

Puisi: Kucoba Menggapai Maaf dengan Cakarku

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

girl, crossroads, choice
Photo by Pixource

Letih kuberjalan menyusuri aspal panas nan berdebu. Aku mencari jejak induk semangku, induk susu dan adikku bungsuku. Kami terpisah  tanpa dapat lagi Bersatu.

Amarah serta telah kebencian membuat kami terbuang tanpa arah tertentu. Induk semangku terpaksa melakukannya sambil menangis pilu. Aku mencoba menggapai maaf dengan cakarku. Aku tau dia berusaha tegar dengan wajah membeku

Maafkan kami telah membuat hatimu teriris sembilu. Kenakalan kami merupakan kelucuan untukmu tapi tidak buat orang-orang lain di rumah itu. Sebaskom nasi dan setumpuk pakaian menjadi pemicu. Membuat kami terengut dari kasihmu

Aku rindu belaianmu
Aku ingin pelukan hangat didadamu
Aku ingin mengendus wanginya rambutmu
Aku ingin menikmati malam-malam sepi dalam dekapanmu

Sayangnya aku tdak dapat menemukanmu
Apakah kau masih ingat padauk
Apakah kau tidak ingin bercanda lagi denganku?

Kini lapar senantiasa melilit perut,
Haus mencekik leher tanpa ada yang peduli

Terseok aku menapaki hari 
Mengharap kita dapat bertemu Kembali
Tapi jalan yang kulalui seakan tak bertepi

Tak ada asa dalam pencarian ini
Haruskah aku merana lalu mati 
Tak ada lagikah kasihmu bagi kami

Kuhanya berharap kita dapat bersama Kembali. Aku janji takkan nakal dan membuat hatimu hancur lagi. Tapi maukah kau menerimaku yang kurus kering penuh kudis?
Kini kujalani kehidupan kucing jalanan yang penuh cerita tragis. Mencari makan dengan mengais. Sambil menahan isak tangis

Kini aku hanyalah seekor kucing jalanan yang terlunta-lunta. Hidup bersamamu adalah kenangan terindah dalam hidupku

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

a person in a hospital bed with an iv
Mengenai penyakit, penulis punya segudang penyakit, yang kalau hasil lab tersebut dijabarkan penulis pasti sudah jadi penghuni ruang ICU. Namun ternyata penulis masih bisa gentayang beraktivitas, sampai-sampai dokter kantor berkomentar.
woman holding white and black coffee cup
Jika kita mendengar kata-kata dana, uang akan selalu jadi asumsi. Padahal banyak bentuk ragam yang dapat diberi. Banyak cara untuk memproyeksi aksi itu sendiri.

Tulisan Terkait