Top 10 Penulis

Puisi: Kupeluk Sepi Saat Langkah Tertatih

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

person resting hand on hip
Photo by boram kim

Kupeluk sepi dikeheningan malam
Detak jarum jam seiring detakan jantungku
Ada kerinduan menyeruak di dada
Rindu pada hiruk pikuknya cinta
Yang kini telah kehilangan gairah

Menata diri dalam luka berdarah
Diam  tiada tentu arah 

Kini kebencian hati bertahta
Dalam senyap nan letih 

Kucoba merafal doa sambil bertasbih
Batin merintih perih … pedih

Langkah terhenti tertatih
Melihat wajah yang kian memutih

Pucat lesi tanpa gairah
Gempita gelak tawa menjadi tangisan kalbu

****

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

a person in a hospital bed with an iv
Mengenai penyakit, penulis punya segudang penyakit, yang kalau hasil lab tersebut dijabarkan penulis pasti sudah jadi penghuni ruang ICU. Namun ternyata penulis masih bisa gentayang beraktivitas, sampai-sampai dokter kantor berkomentar.
woman holding white and black coffee cup
Jika kita mendengar kata-kata dana, uang akan selalu jadi asumsi. Padahal banyak bentuk ragam yang dapat diberi. Banyak cara untuk memproyeksi aksi itu sendiri.

Tulisan Terkait