Top 10 Penulis

Puisi: Manusia di Dunia

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

Person Tossing Globe, globe, wold, dunia
Photo by Valentin Antonucci

Mengapa di dunia ada manusia,
awalannya entah dimana,
memang sudah ada sejak semula,
yang akan berakhir sampai kapan,

Waktu yang jauh dan panjang,
semua karena sebab dan akibat,
yang mengikat setiap kehidupan,
kesadaran melekati keinginan indera,

Untuk menjadi atau memusnahkan,
kehendak dalam setiap perbuatan,
dengan membawa dukanya sendiri,
derita karena kelahiran penuaan, kematian,

Kesedihan, ratap tangis, sakit jasmani,
kepedihan, keputusasaan membawa luka,
berkumpul dengan yang tidak disukai,
berpisah dengan yang dicintai,

Tidak mendapatkan apa yang diinginkan,
inilah kebenaran dalam kenyataan,
menjerat semua tanpa kecuali,
mereka yang paham atau tidak buah laku,

Namun ada juga katanya dari yang maha,
cobaan yang diberikan untuk menguatkan,
apakah ia tabah dan taat kepadanya,
dengan didera dan disiksa lebih lagi,

Memang di dunia juga ada bahagia dinikmati,
yang akhirnya juga akan berlalu dan lenyap,
segala sesuatu mengalami perubahannya.

**

Mojokerto, 4 November 2023
Penulis: Lily Setiawati Utomo, Kompasianer Mettasik

Penulis Puisi Dhamma

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

Person Tossing Globe, globe, wold, dunia
Memang di dunia juga ada bahagia dinikmati, yang akhirnya juga akan berlalu dan lenyap,
sliced meat on brown wooden chopping board
Langsung saja saat itu saya lari ketakutan pulang kerumah, dan itu traumanya sampai tidak hilang-hilang, bisa jadi mungkin sampai sekarang.

Tulisan Terkait