Top 10 Penulis

Puisi: Mentari Pagi Tidak Menunggu Lagi

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

Lady in Beach Silhouette during Daytime Photography
Photo by Jill Wellington

Kesempatan untuk mengenang masa lampau.
pentingkah?
Karena masa lalu sudah lewat.
Saat ini adalah hidup untuk sekarang.
Masa akan datang belum datang.

Momen saat ini adalah momen terindah.
Kondisi apapun tetap spesial.
Saat ini saya sedang apa?
Suka dan duka disadari.

Melamun di malam hari.
Merenungkan matahari terbit seperti kemarin.
Membawa penderitaan yang baru.
Kecewa karena tidak sama dengan kemarin.

Mencabik-cabik kegelapan.
Bergerumuh dengan kekesalan.
Membuat pagi tidak bermakna.
Haruskah terus menerus berkelanjutan.

Bangkitkan semangat…
Perjuangan yang terus menerus.
Pasti akan membawa hasil.
Merangkul Mentari yang bersinar cerah.

Mentari tidak menunggu siapapun.
Pasti bersinar jika kondisi tiba.
Bercahaya dengan terang menyambut pagi.
Tersenyum dan berbisik selamat pagi.

**

Penulis: Yuliana

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

Red and white lighthouse with waves crashing against rocks under a stormy sky.
Suatu hari, teman sekelasnya mengancam dia agar tidak mengisi lembar ulangan dengan benar supaya temannya tersebut bisa mendapatkan nilai terbaik. Dia pulang ke rumah dengan menangis namun tidak berani menceritakan apa yang terjadi

Tulisan Terkait