Top 10 Penulis

Puisi: Menyusuri Pedesaan Karena Cinta pada Sesama

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

man, woman, and child walking together along dirt road
Photo by Alberto Casetta

Tak mudah bagi sebuah profesi yang dipilih

Bukan saja ketika harus menyelesaikan studi ini

Karena ada banyak pengorbanan waktun uang, pun tenaga

Namun diselesaikan pula karena cinta

Hingga masa pengabdian tiba

Saat jemari merajut karya

Di mana ada banyak cinta

Pada sesama di manapun jua

Kata mereka mudah di perkotaan 

Fasilitas banyak, lengkap, pun keuangan mantap

Namun mengapa hati ini seolah berteriak

Meminta agar terus menyaksikan cinta di pedesaan terpencil

Tempat yang membutuhkan perhatian

Di mana kebutuhan mereka harus dipedulikan

Terutama bagiku yang berkecimpung di dunia kesehatan

Namun justru itu semua kadang terabaikan

Mengapa

Tak mudah menyelaraskan cinta yang dimiliki untuk sesama

Karena banyak tuntutan yang tiada

Iya tiada penghargaan yang mungkin dikata sepadan dengan pengorbanan

Hanya ada ungkapan terima kasih dalam ketulusan

Apakah sanggup bertahan

Dalam deru lelah kehidupan

Membagikan segala kebaikan

Menuju semesta penuh kebajikan

Yang tanpa pamrih 

Yang tanpa dalih 

Yang dilakukan terus dengan gigih

Yang sungguh harus dipilih

Semoga ada mampu dari Sang Khalik

Semoga ada mau dari sudut nurani 

Hingga terlaksana segala yang baik

Demi segala yang tercinta hingga pelosok bumi

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

man, woman, and child walking together along dirt road
Tak mudah bagi sebuah profesi yang dipilih / Bukan saja ketika harus menyelesaikan studi ini
Agar ada ketulusan dalam berbahagia di lubuk sanubari / Melihat keberhasilan mereka

Tulisan Terkait