Top 10 Penulis

Puisi: Paviliun di Malam Hari

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

silhouette of mountains during sunset
Photo by Nathanaël Desmeules

Tahun senja yin yang cepat cahaya pendek

Langit akhir embun beku salju jernih dingin malam

Jam kelima suara klakson gendang sedih perkasa

Ngarai ketiga bintang bayangan sungai bergerak getaran

Negara menangis seribu rumah mendengar pertempuran

Lagu asing beberapa tempat naik nelayan penebang kayu

Naga tidur kuda melompat ujung bumi kuning

Urusan manusia mendengar surat sia-sia melankolis

Di akhir tahun, yin dan yang mempercepat hari yang singkat,

Di ujung langit, es dan salju membersihkan malam yang beku.

Jaga kelima: genderang dan terompet berbunyi sedih dan kuat,

Tiga ngarai: sungai bintang memancarkan bayangannya yang bergetar.

Pedesaan menangis dari seribu rumah mendengar berita pertempuran,

lagu barbar di sana-sini terdengar dari nelayan dan penebang kayu.

Naga Tidur dan Kuda Lompat keduanya berakhir di tanah kuning;

Menunggu berita urusan duniawi membuatku sedih tak berguna.

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

Man Showing Wristwatch
Sammā-Ājīvo juga mengajarkan prinsip kejujuran, integritas, dan transparansi dalam bekerja.

Tulisan Terkait