Top 10 Penulis

Puisi: Perjuangan Hidup Induk Kucing

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

cat, pet, feline
Photo by MabelAmber

Tertatih-tatih kususuri jalan panas berdebu sambil menahan lapar dan haus

Cacing-cacing diperutku mengeliat beringas. Jabang-jabang bayiku pun ikut merasakan derita ini

Terlintas secercah harapan saat kumelihat warung nasi yang penuh pengunjung.

Kuelus kaki bapak yang sedang lahap menggasak lele gede dengan berharap dia mau berbagi denganku. Namun ….duk ….tendangan telak pada perutku ….

Ooowww sakitttt, aku mengeong kesakitan …, jabang-jabang bayiku ikut meronta ….ngilu ….sakit sekali ….

Aku pergi menjauh dari bapak itu, kuhampiri seorang ibu yang sedang hamil besar, aku yakin dia mempunyai tenggang rasa yang tinggi karena sama-sama sedang hamil….

Namun apa yang terjadi, dia juga tidak punya hati …disiramnya aku dengan teh manis panas … perihhh… rintiku, aku berlari kepojok untuk sekedar menenangkan diri.

Ternyata  penderitaanku tidak hanya sampai disitu, karena ibu warung kembali menyiram tubuhku dengan air panas sampai akhirnya aku keluar dari neraka jahanam itu dengan perut yang masih kosong melompong

Pedih ….perih kehidupan yang harus kujalanin sebagai induk kucing jalanan

Rupanya sekarang ini manusia-manusia tidak lagi mempunyai hati nurani untuk berbelas kasih pada kami hewan-hewan yang malang.

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

a person in a hospital bed with an iv
Mengenai penyakit, penulis punya segudang penyakit, yang kalau hasil lab tersebut dijabarkan penulis pasti sudah jadi penghuni ruang ICU. Namun ternyata penulis masih bisa gentayang beraktivitas, sampai-sampai dokter kantor berkomentar.
woman holding white and black coffee cup
Jika kita mendengar kata-kata dana, uang akan selalu jadi asumsi. Padahal banyak bentuk ragam yang dapat diberi. Banyak cara untuk memproyeksi aksi itu sendiri.

Tulisan Terkait