Top 10 Penulis

Puisi: Perubahan dan Kebajikan dalam Memaknai Berkah

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

red heart shaped hanging decor
Photo by Jordan Ling

Semua orang pasti membutuhkan berkah
Entah untuk ketenangan jiwa, atau mengundang rejeki agar segera datang
Akupun pernah ikut-ikutan mengejarnya dengan pontang-panting
Sekedar mendapat cipratan air berkah itulah yang terpenting

Hampir semua tempat ibadah kukunjungi …
Ritual membakar dupa itu pasti …
Berkelana mencari sesuatu yang bermisteri …
Berkomat-kamit memohon kesehatan dan rejeki …

Apakah air berkah dan doa itu akan mengabulkan pinta menjadi nyata?
Kalau diri ini masih belum tertata …
Lobba, moha, dosa terbungkus rapat oleh kilesa …
Semuanya hanyalah pekerjaan sia-sia belaka …

Kubercermin pada perbuatanku sehari-hari
Menjelang tidur kuamati semua perbuatanku hari ini
Walaupun aku tidak dapat menghitungnya dengan pasti
Paling tidak perbuatan baik yang kuperbuat harus lebih hakiki

Aku tidak lagi kumur-kumur berdoa dihadapan rupang Buddha
Karena menurutku kalau hanya memohon tidaklah ada gunanya
Kini kuisi hari-hariku dengan menabur perbuatan bajik tanpa henti
Agar setiap saat yang dapat kunikmati hanyalah buah-buah karma baik saja
Kuberharap bukan hanya di alam ini namun di alam selanjutnya
Agar aku dapat terlahir sebagai manusia yang mengenal Buddha Dhamma
Atau harapan yang lebih tinggi lagi, semoga aku tidak terlahir lagi di alam manapun juga …
Mimpi kali ye … tapi kalau punya asa siapa tau bisa terasah

Setiap saat kuberkahi diriku sendiri dengan …
Rajin berdana kepada para samana, berbuat baik terhadap sesama bahkan ke semua mahluk
Menjaga kelima indria agar senantiasa menjalani sila dengan sikap terjaga
Kumanfaatkan doa-doa yang kupanjatkan untuk semua mahluk agar mereka berbahagia  
Kujalani hidup dengan penuh cinta kasih nan tulus sehingga membuat kisah hidupku menjadi mulus
Kulepaskan semua beban hidup dengan membiarkan berlalu, lenyap tak bersisa

Seluruh hidupku penuh berkah dari karma baikku sendiri

Kurangkapkan kedua belah tanganku, bertekuk lutut bernamaskara ….
Dalam hati penuh puja terhadap sifat-sifat Buddha nan mulia
Sujudku padaMu dengan sepenuh hati dan segenap jiwa
Terima kasihku pada manisnya kehidupan yang kukecap ….

Semoga semua mahluk berbahagia

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

a person in a hospital bed with an iv
Mengenai penyakit, penulis punya segudang penyakit, yang kalau hasil lab tersebut dijabarkan penulis pasti sudah jadi penghuni ruang ICU. Namun ternyata penulis masih bisa gentayang beraktivitas, sampai-sampai dokter kantor berkomentar.
woman holding white and black coffee cup
Jika kita mendengar kata-kata dana, uang akan selalu jadi asumsi. Padahal banyak bentuk ragam yang dapat diberi. Banyak cara untuk memproyeksi aksi itu sendiri.

Tulisan Terkait