Top 10 Penulis

Puisi: Pohon yang dicabut ke akar-akarnya

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

From above crop anonymous gardener showing young plant sprout before planting in temporary paper pot on sunny terrace

Anak panah itu di arahkan dengan lurus
mengarah tepat dari busurnya.
Ketika pikiran yang di arahkan dengan benar
Akan membawa ketenangan.

Ketika pohon yang ada akan dipotong
Memotong hendaknya tidak hanya pohonnya
Namun sampai mencabut akar-akarnya
Hingga tak ada lagi kegelisahan

Selama masih berkeinginan akan nafsu
Pikiran akan terbelenggu di sana
Akan terus di alam samsara
Terus berputar dan akan terus ada

Kemelekatan pada diri sendiri
Harus ditinggalkan
Pada apapun yang menyenangkan dan menyedihkan
Netral dan terus melatih kesadaran setiap saat

Seseorang yang terus menerus berlatih
Melakukan hal positif dengan gembira
Berjuang untuk terbebaskan
Menuju keamanan dalam dunia nanti

Semua kondisi tidak kekal adanya
Memahami ketidakkekalan
Menyadari ketidakkekalan
Berlatih agar kebijaksanaan itu datang

Semoga semua makhluk berbahagia

**

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

Red and white lighthouse with waves crashing against rocks under a stormy sky.
Suatu hari, teman sekelasnya mengancam dia agar tidak mengisi lembar ulangan dengan benar supaya temannya tersebut bisa mendapatkan nilai terbaik. Dia pulang ke rumah dengan menangis namun tidak berani menceritakan apa yang terjadi

Tulisan Terkait