Top 10 Penulis

Puisi: Rumah Abu, Dari Puncak Kusala ke Lembah Akusala

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

green leafed tree
Photo by Lucas Myers

Dalam pusaran kelahiran
Di lautan samsara
Vinnana terdampar
Dari aku ke aku…

Tapi sanna
Meniti bentangan kamma
Dengan keniscayaannya
Dari puncak kusala ke lembah akusala
Merajut loka yg mempertemukan
Aku, kalian dan mereka

Dan kini…
Di paruh usia
Mengenang kehadiran,
Keikhlasan, kasih sayang
Dan perjuangan yg menuntun aku
Pada Buddha, Dhamma dan Sangha.

Izinkan aku menjura
Pada hamparan megah papan-papan namamu
Di belakang altar yg khidmat

Yi khiu kung (Kali pertama)
Tanpa langit mana ada bumi

Nyi khiu kung (Kali kedua)
Tanpa bumi mana ada keluarga

Sam khiu kung (Kali ketiga)
Tanpa keluarga mana ada kalian

Cai khiu kung (Sekali lagi)
Tanpa kalian bagaimana bisa…

Ada aku…

**

Penafian

Opini dalam artikel ini meski terinspirasi ajaran Agama Buddha mahzab Theravada adalah murni buah pikir pengarang sendiri yang tidak mewakili organisasi, mahzab atau ajaran manapun.

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

worm's-eye view photography of trees
Sebagian mungkin malah kesal, koq nuduh sih? Darimana tahu saya menderita? Belum tahu ya kemarin saya baru naik pangkat sehingga gaji naik berlipat-lipat? Belum tahu ya saya baru pulang pelesir ke luar negeri gratis karena dibiayai perusahaan sebagai apresiasi? Belum tahu ya saya baru “ditembak” persis oleh orang yang memang sudah lama saya taksir? Belum tahu ya anak saya baru dapat cucu baru?
man in white and blue pinstripe dress shirt sitting on brown wooden table
Pikiran atau perasaan yang teridentifikasi dan disadari akan pupus seketika. Minimal turun intensitasnya. Kemarahan surut ketika kita sadari sebegai perasaan yg muncul. Stress karena pikiran tak kunjung menemukan jalan keluar pupus ketika disadari sebagai pikiran yang muncul.

Tulisan Terkait