Top 10 Penulis

Puisi: Sajak Untuk Jiwa Yang Kosong

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

woman wearing silver-colored ring
Photo by Giulia Bertelli

Saat batin ini melemah

Terlintas dengan jernih bayangan masa lalu
Penyesalan, kebahagian, kesalahan
Terukir dalam goresan tinta kepiluan
Kerinduan pada ketidak kekalan hidup yang telah berlalu
Membawa jiwa masuk ke dalam relung kesunyian
Meratapi hidup yang tak bisa berputar sesuai kehendak hati
Bergulir silih berganti antara suka dan duka

Yah inilah duka…
Bahagia saat di puncak kejayaan
Menderita saat di dasar keterpurukan
sangat sulit untuk dimengerti
Bagi jiwa jiwa yang kosong

Berlalu dalam bayangan semu yang tak bermakna

Dan terulang begitu saja…

Haruskan kita bergulat dengan pemikiran rumit
Meciptakan tameng ego yang membatasi kesunyataan
Haruskan kita menciptakan derita yang sebenarnya tak nyata

Demi mencapai suka yang fana

Asah hati untuk memahami
Bangunkan kebijaksanaan dalam diri
Hadapi duka dengan beribu makna suka
Lewati suka tanpa memuja kemelekatan
Yah karena semua inipun akan berlalu….

****

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

meditation, monk, mahamevna
Kejadian ini terjadi pada tahun 1989. Kala itu pakde Pur memimpin rombongan Pemuda Buddhayana Indonesia yang merupakan gabungan dari beberapa vihara di kepulauan Riau untuk menghadiri sarasehan se-Indonesia di Bandar Lampung.
reading newspapaer, newspaper, man
Lengahku masih terpaku pada kehilangan, sementara takdir perjalanan hidup sudah berada di depan mata.

Tulisan Terkait