Top 10 Penulis

Puisi: Samvegacitta, Selamat Jalan Sahabatku

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

Photo by Claudia Love

Di laut ini
Aku merasakan Kembali
Duka yang perih
Tertikam, lagi dan lagi

Entah yang ke berapa kali
Aku datang ke tempat ini
Menghantarkan orang-orang yang kucintai
Menuju perjalanan hakiki

Ketika perahu mulai bergerak
Ketegaranku luluh lantak
Kesadaranku berkata
Inilah akhir kebersamaan kita

Dalam hening
Segala rasa menyeruak
Memuncak dalam perih
Hingga isak tak sanggup kutahan

Tak sepatah terucap
Ketika abu tenggelam sempurna
Hanya airmata
Mewakili ribuan doa

Selamat melanjutkan perjalanan, sahabat
Biarlah pengembaraanmu kali ini
berada dalam kebahagiaan
dan kewaspadaan.

Jejak semangat, antusiasme, dan ketulusanmu
Dalam melakukan tak terhitung banyaknya kebajikan
Dan kekuatan keyakinanmu pada Tiratana
Akan terpahat di dinding semesta, dalam arus kesadaranmu

Semoga kelak saat kita bertemu lagi,
Engkau akan menoleh ke arahku lalu tersenyum
dan berkata “Aku mengenalmu”
“kamu sahabat terbaikku”

Semoga saat itu kita segera saling mendekat
Dan kembali bergandeng tangan
Melanjutkan perjalanan samsara kita
sebagai kalyanamita

Selamat jalan adikku, sahabat terbaikku
Mawar indah yang kau genggam
Kau tawarkan padauk
Dalam mimpiku tadi malam

Raut wajahmu segar dan mempesona
Senyum di bibirmu berhias kebahagiaan
Pamitmu begitu lembut, diikuti langkah ringan
Dalam balutan busana indah

Kulepas kepergianmu dengan rasa Bahagia
Sepertinya dukaku terbang bersamamu ke angkasa
Patidana untukmu, paripurna
sabbe satta bhavantu sukhitatta

Terimakasih untuk persahabatan
Dan persaudaraan yang hangat
Juga warisan berharga yang kau tinggalkan:

Samvegacitta

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

Terimakasih untuk persahabatan / Dan persaudaraan yang hangat
little boy, window, waiting
Termasuk mencari kepuasan dalam balas dendam dan keinginan untuk menghancurkan orang lain. Padahal ini tidak akan pernah membawa kita menuju kebahagiaan dan kedamaian. Hanya cinta kasih dan belas kasih yang mampu memadamkan kebencian.

Tulisan Terkait