Top 10 Penulis

Puisi: Saya percaya saya bisa terbang

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

child, costume, fairy
Photo by Pexels

Suatu yang menjadi pikiran.
Akan terjadi?
Jika itu pikiran baik.
Syukurlah kejadian baik akan terjadi.

Oh yang terindah, indah dalam genggaman.
Pemandangan, senyuman dan tawa.
Dibawa pulang ke rumah.
Bahagia tersirat di wajah.

Seekor burung elang kecil.
Takut terbang, takut melangkah.
Sayapnya belum kokoh.
Ibunya berkata: kamu bisa terbang.

Bertahun-tahun melihat teman lain.
Terbang ke angkasa.
Mulai berpikir.
Saya percaya saya bisa terbang.

Percaya saja tidak cukup.
Namun harus dengan tekun dan berlatih.
Kokoh dan terus berusaha.
Saya percaya saya bisa terbang.

Pikiran dilatih dulu untuk berkata.
Saya percaya saya bisa terbang.
Tidak mengekang diri untuk diam.
Terus memaksimalkan diri.

Terbang pendek dan jatuh.
Karena baru mencoba.
Terus melakukan dan berpikir.
Saya percaya saya bisa terbang.

Akhirnya…
Tak diduga.
Saya bisa terbang
Saya percaya saya bisa terbang.

Burung lain bahagia melihatnya.
Induknya bahagia melihatnya.
Tersenyum dan berbisik.
Saya yakin kamu bisa terbang, Nak!

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

Red and white lighthouse with waves crashing against rocks under a stormy sky.
Suatu hari, teman sekelasnya mengancam dia agar tidak mengisi lembar ulangan dengan benar supaya temannya tersebut bisa mendapatkan nilai terbaik. Dia pulang ke rumah dengan menangis namun tidak berani menceritakan apa yang terjadi

Tulisan Terkait