Sampai dengan saat ini masih ada teman-teman Buddhis yang mengucapkan Namo Buddhāya saat bertemu. Hal ini wajar karena pada masa dahulu diajarkan bahwa Namo Buddhāya adalah salam umat Buddha yang diucapkan saat bertemu sesama Buddhis.
Kemudian disadari bahwa Namo Buddhāya bukanlah salam, melainkan ungkapan penghormatan yang ditujukan kepada Sang Buddha oleh karena itu tidak tepat apabila ditujukan kepada seseorang.
Namo Buddhāya (dalam bahasa Pāli: Namo Buddhassa) merupakan kependekan dari Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammā Sambuddhassa, diucapkan saat berada di hadapan Buddharupang sebagai perwujudan penghormatan terhadap Sang Buddha dan diucapkan untuk mengawali khotbah Dhamma atau Kata Sambutan formal sebagai tanda penghormatan kepada Buddha Gotama.
Yang banyak dipergunakan umat Buddha sebagai salam pada masa kini di Indonesia adalah Sukhi Hotu dan Sotthi Hotu. Keduanya mempunyai arti yang hampir bersamaan. Sukhi Hotu tentu saja bersumber dari kata Sukha yang berarti bahagia, jadi Sukhi Hotu bermakna semoga anda bahagia.
Kalau yang dituju banyak, menjadi Sukhi Hontu. Sotthi Hotu bersumber dari kata Sotthi atau Suvatthi yang berasal dari Su yang berarti baik dan Atthi yang berarti keadaan, sebingga Sotthi Hotu bermakna semoga anda sejahtera.
Dalam bahasa Sansekerta Suvatthi menjadi Swasti, dan terdapat dalam salam saudara-saudara kita umat Hindu yaitu Swastiastu (yang dalam bahasa Pāli adalah Suvatthi Hotu). Oleh karena itu kata Sotthi Hotu atau Suvatthi Hotu bermakna sama dengan Svastiastu. Di Thailand ada salam Sawatdi yang juga berasal dari kata Suvatthi.
Sukhi Hotu telah dikenal lama di Indonesia, juga merupakan ungkapan universal yang dipergunakan oleh umat Buddha di berbagai negara, baik bhikkhu maupun umat awam.
Di internet ada video yang menganjurkan agar Sukhi Hotu dipergunakan sebagai pengganti salam Selamat Pagi atau Selamat Siang, karena Sukhi Hotu bermakna lebih dalam yaitu mendoakan agar berbahagia dibanding dengan kata Selamat Pagi. Kepada umat Buddha di berbagai vihara pernah ditanyakan, lebih suka didoakan bahagia atau sejahtera? Semuanya menyatakan lebih suka didoakan bahagia. Agaknya bahagia dianggap lebih tinggi dari sejahtera.
Kalau ada seseorang dikatakan sejahtera, orang-orang masih akan bertanya, “Bahagiakah dia?”. Tetapi kalau ada seseorang dikatakan bahagia, tidak ada yang akan bertanya, “Apa dia sejahtera?”
Jadi kalau anda ingin bahagia, ucapkanlah Sukhi Hotu agar anda mendapat balasan yang sama: Sukhi Hotu, Semoga anda bahagia.

















