Top 10 Penulis

Sammā-Sankappo: Pikiran yang Luhur dalam Ajaran Buddha

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

buddha, god, mythology
Photo by JosepMonter

Dalam ajaran Buddha, Sammā-Sankappo atau Pikiran yang Luhur merupakan salah satu unsur dalam Jalan Mulia Berunsur Delapan (Ariya-Atthangika-Magga). Pikiran yang Luhur ini terdiri dari tiga aspek, yaitu:

  1. Nekkhamma-Sankappo (Niat untuk Meninggalkan Keduniawian)
  2. Abyāpāda-Sankappo (Niat untuk Tidak Membenci)
  3. Avihiṃsā-Sankappo (Niat untuk Tidak Menyakiti)

Ketiga aspek ini merupakan bagian dari latihan mental (bhāvanā) yang harus dikembangkan oleh para praktisi Dhamma untuk mencapai pembebasan dari penderitaan.

Menurut Sutta Pitaka, Sammā-Sankappo dijelaskan dalam Dhammacakkappavattana Sutta, yang merupakan khotbah pertama Sang Buddha setelah mencapai Pencerahan Agung. Berikut adalah petikan terkait Sammā-Sankappo dalam sutta tersebut:

“Dan apakah, para Bhikkhu, adalah Jalan Mulia Berunsur Delapan itu? Yaitu: Sammā-Ditthi (Pandangan Benar), Sammā-Sankappo (Pikiran Benar), Sammā-Vācā (Ucapan Benar), Sammā-Kammanto (Perbuatan Benar), Sammā-Ājīvo (Penghidupan Benar), Sammā-Vāyāmo (Usaha Benar), Sammā-Sati (Perhatian Benar), dan Sammā-Samādhi (Konsentrasi Benar).”

Melalui pengembangan Sammā-Sankappo, para praktisi Dhamma dapat membebaskan diri dari belenggu-belenggu keinginan, kebencian, dan kebingungan. Dengan demikian, mereka dapat mencapai Nibbāna, yaitu keadaan tertinggi dalam ajaran Buddha.

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

man, secret, face
Sammā-Vācā (Ucapan yang Benar) merupakan salah satu komponen dari Jalan Mulia Berunsur Delapan (Ariya-Aṭṭhaṅgika-Magga) yang harus ditempuh oleh para pengikutnya
buddha, god, mythology
Sammā-Sankappo atau Pikiran yang Luhur merupakan salah satu unsur dalam Jalan Mulia Berunsur Delapan

Tulisan Terkait