Dalam ajaran Buddha, Sammā-Sankappo atau Pikiran yang Luhur merupakan salah satu unsur dalam Jalan Mulia Berunsur Delapan (Ariya-Atthangika-Magga). Pikiran yang Luhur ini terdiri dari tiga aspek, yaitu:
- Nekkhamma-Sankappo (Niat untuk Meninggalkan Keduniawian)
- Abyāpāda-Sankappo (Niat untuk Tidak Membenci)
- Avihiṃsā-Sankappo (Niat untuk Tidak Menyakiti)
Ketiga aspek ini merupakan bagian dari latihan mental (bhāvanā) yang harus dikembangkan oleh para praktisi Dhamma untuk mencapai pembebasan dari penderitaan.
Menurut Sutta Pitaka, Sammā-Sankappo dijelaskan dalam Dhammacakkappavattana Sutta, yang merupakan khotbah pertama Sang Buddha setelah mencapai Pencerahan Agung. Berikut adalah petikan terkait Sammā-Sankappo dalam sutta tersebut:
“Dan apakah, para Bhikkhu, adalah Jalan Mulia Berunsur Delapan itu? Yaitu: Sammā-Ditthi (Pandangan Benar), Sammā-Sankappo (Pikiran Benar), Sammā-Vācā (Ucapan Benar), Sammā-Kammanto (Perbuatan Benar), Sammā-Ājīvo (Penghidupan Benar), Sammā-Vāyāmo (Usaha Benar), Sammā-Sati (Perhatian Benar), dan Sammā-Samādhi (Konsentrasi Benar).”
Melalui pengembangan Sammā-Sankappo, para praktisi Dhamma dapat membebaskan diri dari belenggu-belenggu keinginan, kebencian, dan kebingungan. Dengan demikian, mereka dapat mencapai Nibbāna, yaitu keadaan tertinggi dalam ajaran Buddha.

















