Dalam ajaran Buddha, Sammā-Vācā (Ucapan yang Benar) merupakan salah satu komponen dari Jalan Mulia Berunsur Delapan (Ariya-Aṭṭhaṅgika-Magga) yang harus ditempuh oleh para pengikutnya. Sammā-Vācā mengajarkan agar manusia belajar untuk mengendalikan perkataan, membiasakan diri dengan berbicara jujur, bermanfaat, dan menghindari ucapan yang kasar, memfitnah, maupun menyakitkan.
Dalam Dhammacakkappavattana Sutta, Buddha menyatakan:
“Idaṃ kho pana, bhikkhave, dukkhanirodhagāminī paṭipadā: ayameva ariyo aṭṭhaṅgiko maggo, seyyathīdaṃ – sammā-diṭṭhi, sammā-saṃkappa, sammā-vācā, sammā-kammanta, sammā-ājīva, sammā-vāyāma, sammā-sati, sammā-samādhi.”
(Terjemahan: “Inilah, wahai para bhikkhu, jalan yang menuju pada pelepasan dari penderitaan: yaitu jalan mulia berunsur delapan, yakni: pandangan yang benar, tekad yang benar, ucapan yang benar, perbuatan yang benar, penghidupan yang benar, usaha yang benar, perhatian yang benar, dan konsentrasi yang benar.”)
Dengan menerapkan Sammā-Vācā dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan manusia dapat mengurangi konflik, kebencian, dan penderitaan, serta menumbuhkan harmoni, kasih sayang, dan perdamaian di tengah masyarakat.

















