Top 10 Penulis

Sang Bhagava – Yang Maha Mulia

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

Buddha statue
Photo by Manuel Cosentino

Buddha Gotama yang hidup lebih dari dua ribu lima ratus yang lalu tentulah salah satu sosok makhluk yang luar biasa. Ajarannya telah memberikan inspirasi bagi begitu banyak orang untuk mencapai kebahagiaan. Kebahagiaan hidup sebagai manusia di dunia, kebahagiaan hidup sebagai dewa atau dewi di alam surga, kebahagiaan dalam pencapaian meditasi, dan kebahagiaan Nibbana yang merupakan kebahagiaan tertinggi.

Umat Buddha menghormati Buddha Gotama dengan mengucapkan Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma Sambuddhassa. Namo berarti menghormat atau bersujud (yang berkonotasi aktif melakukan, oleh karena itu tidak tepat apabila diterjemahkan sebagai Terpujilah yang berkonotasi pasif). Tassa berarti kepadanya.

Bhagava bermakna yang mulia atau maha mulia (the glorious one atau the auspicious one). Arahat berarti yang telah mencapai kesucian sempurna. Samma Sambuddhassa berarti seseorang yang telah mencapai Penerangan Sempurna atas usahanya sendiri.

Bhagava merupakan sebutan penghormatan yang dipakai oleh para siswa Buddha untuk menyebut Sang Buddha (bentuk orang ketiga).  Buddha sendiri menyebut dirinya dengan kata Tathagatha.

Orang-orang non Buddhis menyebut Buddha Gotama  dengan ‘Bho Gotama’ (bho adalah sebutan penghormatan di antara para brahmana) atau ‘Samana Gotama’ (petapa Gotama). Gotama merupakan nama keluarga Pangeran Siddhattha sebelum menjadi seorang Buddha. Kata bhagava berasal dari bhaga yang bermakna keberuntungan, ada juga pendapat yang menyatakan berasal dari kata bhaga yang bermakna enam ciri mulia dan kata vanta yang berarti memiliki.

Berikut adalah keenam ciri mulia tersebut:

Pertama adalah Issariya, penguasaan sempurna atas batinnya, Buddha memiliki kemampuan untuk membuat dirinya menjadi sangat kecil, sangat ringan (sehingga dapat berjalan di udara), sangat besar, dapat mencapai ke mana pun yang dituju, kemampuan untuk menciptakan apa yang diinginkan, kemampuan untuk membuat makhluk lain mengikuti keinginannya, kemampuan untuk memancarkan air dan api dari tubuhnya pada saat yang bersamaan (suatu hal yang hanya dapat dilakukan oleh seorang Buddha) dan sebagainya.

Kedua, memiliki pengetahuan Dhamma sempurna yang terdiri atas Sembilan faktor yaitu empat Magga, empat Phala dan Nibbana.

Ketiga, Yasa – memiliki kemasyuran luar biasa yang menembus ketiga alam.

Keempat, Siri – memiliki keagungan keempat anggota gerak dan kesempurnaan dalam setiap penampakan sehingga mampu memberikan kebahagiaan bagi siapa pun yang melihatnya.

Kelima, Kamma – dapat mencapai apa pun yang diinginkan baik untuk kemanfaatan diri sendiri atau untuk orang lain.

Keenam, Payatta – mempunyai ketekunan luar biasa yang menyebabkan seluruh dunia menghormatinya.

Demikianlah maka umat Buddha menghormati Buddha Gotama dengan menyebutnya Bhagava – yang mulia, yang maha mulia, yang termulia di antara semua makhluk di alam semesta.

Kata mulia menjadi berbeda makna apabila dituliskan sebagai Yang Mulia (dengan huruf besar, disingkat sebagai YM). Istilah ini merupakan sebutan gelar untuk para raja, bangsawan dan pejabat tinggi. Merupakan terjemahan dari berbagai gelar seperti His (atau Her) Highness, His Eminence, His Holiness dan sebagainya.

Maka dapat ditemukan tulisan istilah Yang Mulia Raja, Yang Mulia Sri Ratu, Yang Mulia Perdana Menteri, Yang Mulia Dalai Lama. Ada satu waktu para menteri di Indonesia disebut Yang Mulia, tetapi saat ini istilah itu sudah tidak lagi dipergunakan (sesuai dengan Ketetapan MPRS).

Sebutan Yang Mulia merupakan gelar duniawi, sehingga tidak tepat dipergunakan untuk para bhikkhu yang sejatinya merupakan petapa yang melepaskan diri dari ikatan duniawi untuk melangkah dalam jalan mulia.

“Nothing whatsoever should be clung to” (Buddha)

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

hands, old, typing
Tidak hanya dalam penulisan tersebut ada ketidakcermatan berbahasa. Kadang kala ditemui tulisan doorprice, yang mestinya doorprize. Atau kata yang seharusnya ditulis deadline menjadi dateline, padahal kedua kata mempunyai arti yang sangat berbeda.
vesak, buddha, birth
Penanggalan Buddhis yang lunisolar menyebabkan bahwa hari Waisak yang umumnya jatuh pada bulan April atau Mei, kadang-kadang bisa jatuh pada awal Juni apabila terdapat bulan tambahan pada tahun tersebut. Cara penambahan lun atau adhikamasa dapat berbeda pula dalam tiap penanggalan.

Tulisan Terkait