Dalam dunia bisnis dikenal strategi outside-in dan inside-out. Salah satu aplikasi dari kedua strategi ini adalah berkaitan dengan asal muasal produk atau jasa dibuat dan lalu dijual oleh perusahaan.
Perusahaan yang menggunakan strategi outside-in, akan berupaya mendapatkan terlebih dahulu gambaran produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen. Perusahaan-perusahaan dengan strategi outside-in biasanya banyak melakukan penelitian dan penyelidikan terhadap pelanggannya (customer researches). Setelah merasa cukup yakin bahwa sudah mengetahui keinginan pelanggannya, barulah perusahaan membuat produk atau jasa tersebut. Dengan demikian diharapkan produk atau jasanya bisa diterima oleh pelanggan dan laku di pasaran.
Perusahaan yang menggunakan strategi inside-out umumnya tidak merasa butuh mengumpulkan data-data keinginan dari pelanggannya. Biasanya perusahaan-perusahaan seperti ini beranggapan bahwa belum tentu pelanggan tahu persis apa yang diinginkannya. Pertimbangan lain adalah biasanya keinginan pelanggan berubah-ubah alias tidak statis. Oleh karena itu perusahaan membuat produk atau jasa baru berdasarkan kepada kemampuan atau kompetensi internal yang sudah dimilikinya. Biasanya begitu produk atau jasa baru diluncurkan, perusahaan perlu melakukan edukasi pasar supaya pelanggan bisa menerima sehingga produk atau jasa yang dihasilkan bisa laku di pasaran.
Dalam ilmu manajemen sistem dan manajemen operasi (dulunya disebut manajemen produksi), terdapat satu proses yang sangat mendasar berupa sebuah sistem umum. Proses sistem tersebut berbentuk suatu aliran, yaitu masukan (input) à proses (transformasi) à keluaran (output). Proses sistem yang terjadi dalam diri seorang individu disebut ‘sistem diri’.
Input yang masuk ke dalam diri seorang individu bisa berasal dari berbagai sumber. Beragam sumber input berlimpah di era teknologi informasi sekarang ini. Masuknya input dari luar ke dalam diri dapat disebut juga ‘outside-in’.
Output yang keluar dari dalam diri seorang individu kepada orang lain dan lingkungannya dapat berupa berbagai macam bentuk. Beragam saluran output dapat dipilih sesuai dengan karakteristik individu tersebut. Keluarnya output dari dalam diri dapat disebut juga ‘inside-out’.
Outside-in umumnya lebih dominan dalam diri seseorang dibandingkan dengan inside-out. Dari sejak bayi sampai remaja, dewasa, dan menjadi tua, seseorang mendapat banyak input dari luar dirinya. Luar diri yang dimaksud adalah dari orang lain dan lingkungannya. Input yang seseorang terima bisa baik, tetapi tidak tertutup kemungkinan bisa juga buruk.
Jika seseorang lebih banyak bergaul dengan orang-orang yang baik dan berada dalam lingkungan yang baik, kemungkinan lebih banyak input baik yang masuk ke dalam dirinya. Sebaliknya, jika seseorang dominan berinteraksi dengan orang-orang tidak baik dan berada di lingkungan yang tidak baik, kemungkinan input tidak baik pula yang akan lebih banyak masuk ke dalam dirinya.
Kehidupan modern saat ini mengharuskan kita berinteraksi tidak hanya dengan orang-orang dan lingkungan yang baik, tetapi juga dengan yang tidak baik. Karenanya diperlukan saringan diri yang tepat supaya sebanyak mungkin input yang baik masuk sewaktu outside-in.
Inside-out terjadi ketika seseorang mengeluarkan output dari dalam dirinya kepada orang lain dan lingkungannya. Jika seseorang dipenuhi dengan kebaikan maka output-nya akan baik pula. Sebaliknya, jika seseorang dipenuhi dengan ketidakbaikan maka output-nya akan tidak baik pula. Output ini bisa berupa pikiran, ucapan, dan perbuatan badan jasmani. Karenanya diperlukan saringan diri yang tepat supaya sebanyak mungkin output yang baik keluar sewaktu inside-out.
Kunci dari outside-in dan inside-out yang baik dan benar adalah terdapatnya saringan diri yang tepat. Saringan diri ini sesuai namanya berfungsi sebagai penyaring terhadap apa-apa yang boleh masuk sebagai input ke dalam diri dan apa-apa yang boleh keluar sebagai output dari dalam diri. Saringan diri yang tepat memungkinkan diri kita menjadi semakin baik dari waktu ke waktu dan mampu memupuk banyak karma baik dalam kehidupan ini.
Sebenarnya saringan diri yang tepat, baik untuk outside-in dan inside-out adalah sama. Salah satu komponen saringan diri yang tepat ini adalah pengetahuan Buddha Dhamma untuk mampu membedakan yang benar – tidak benar, baik – tidak baik, pantas – tidak pantas, dan bermanfaat – tidak bermanfaat. Saringan diri yang tepat hanya akan melewatkan yang benar, baik, pantas, dan bermanfaat saja sewaktu outside-in maupun inside-out.
Oleh karena itu, belajarlah pengetahuan Buddha Dhamma supaya memiliki saringan diri yang tepat. Tentu saja seorang buddhis yang baik tidak boleh berhenti setelah belajar Buddha Dhamma saja, tetapi juga mempraktikkan pengetahuan Buddha Dhamma yang sudah dipelajari, dan menyempurnakan pengetahuan Buddha Dhammanya melalui praktik meditasi.

















