Top 10 Penulis

Tambah Usia Tambah Bahagia

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

man, friends, laugh
Photo by danielkirsch

Oleh: An Na

“Bertambah satu usiamu, oh semoga penuh warna. Semakin indah hatimu…
berikan cinta ‘tuk semua”
KLa Project

Sebaris lirik lagu sarat makna ini kemarin terdengar di telingaku.  Ulang tahun merupakan momentum istimewa bagi setiap insan.  Ada beragam cara untuk memaknai dan melewatinya.  Terbesit di benak, apakah momen ini adalah perayaan atas anugerah kehidupan atau peringatan bagi kita. “Hei, satu tahun telah berlalu lagi.  Apa kabarmu?  Bagaimana perjalananmu di dunia ini?“ Saya memaknai momen ini sebagai anugerah sekaligus peringatan dari kehidupan. Oleh sebab itu, saya memilih untuk ber-vegetarian, berdana, dan melewati hari dengan penuh syukur dan bahagia.  Bagaimana dengan Anda?

Ucapan selamat ulang tahun kerap disertai dengan doa agar sehat, panjang umur, bahagia, sukses, murah rejeki, dan harapan-harapan yang lain. Saya percaya selain berdoa tentunya kita perlu berusaha.

Supaya panjang umur, apakah pantas bila itu didapatkan dari memotong hidup makhluk lain? Bukankah vegetarian adalah pola hidup yang sehat dibandingkan dengan mengonsumsi lebih banyak daging?  Kebahagiaan juga lebih indah tanpa noda darah, bukan?

Hal-hal demikian sering muncul dalam benak saya sehingga saya memilih untuk bervegetarian, setidaknya pada hari-hari istimewa.  Bervegetarian juga membuat saya merasa telah menghaturkan terima kasih kepada tubuh saya yang telah menemani selama ini.

Berdana adalah salah satu cara bagi saya untuk merasa pantas memperoleh semua kemurahan hati dan kesuksesan, tentunya tanpa meninggalkan kerja keras setiap hari. Pada hari-hari istimewa, saya terbiasa bersyukur dengan berdana. Bagi saya, semua kebaikan dan kemudahan yang saya terima dari semesta ini adalah panen benih karma baik yang telah ditanam. Agar tetap memperoleh buah kebaikan kita perlu menanam kembali. Salah satu caranya adalah berdana. Dan tahun ini saya memilih berdana makanan bagi yang membutuhkan.

Setelah berdoa dengan penuh syukur dan melakukan dua rutinitas tersebut otomatis saya merasa gembira. Saya belajar untuk tidak usah punya banyak keinginan dan sebisa mungkin menginginkan yang bisa didapatkan. Rasa senang dan gembira ini membuat senyum saya melekat sepanjang hari. Setahun telah berlalu. Saya telah menjalaninya dengan baik.  Tahun ini hadiah ulang tahun saya adalah belajar menulis. Semoga tulisan pertama ini dapat menelurkan tulisan-tulisan berikutnya.

Edited by Hendra Lim

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

brown statue
Perilaku sombong merugikan karena umat tidak suka pandita yang sombong, dan tidak menghormati mereka. Kesombongan membangun tembok yang memisahkan pandita dengan umat sedangkan kerendahan hati adalah jembatan yang menghubungkan pandita dengan umat.

Tulisan Terkait