Menteri Olimpiade Jepang pada tahun 2019 menyatakan mundur dari jabatannya. Katanya, ”Saya merasa harus bertanggung jawab dan menyerahkan pengunduran diri saya”. Di Jepang apabila seseorang merasa dirinya gagal sebagai pemimpin, ia tidak akan mengemukakan banyak alasan ataupun mencari kambing hitam tetapi segera meminta maaf secara terbuka dan mengundurkan diri dari jabatannya. Ada seorang penyanyi band pria, dalam keadaan mabuk tanpa sadar mencium seorang gadis, segera meminta maaf dan mundur dari kegiatan hiburan untuk selamanya karena merasa bertanggung jawab atas kejadian itu.
Kata tanggung jawab tentu sudah diketahui artinya. Dalam Bahasa Inggris disebut ‘responsibilty’, berasal dari Bahasa Latin responsus yang berarti ‘to respond’. Artinya memberi respons atau menanggapi/memberi tanggapan. Hal ini bermakna bahwa bertanggung jawab berarti cepat memberi respons atas sesuatu hal yang dihadapi. Tidak memberi respons atau lambat memberi respon berarti tidak atau kurang bertanggung jawab yang dapat mengakibatkan kerugian banyak orang. Misalnya pada saat terjadi bencana alam, pemimpin yang terlambat memberi respons memberi bantuan tentu akan membuat penduduk yang terkena bencana menjadi sangat menderita.
Buddha sebagai Kepala Saṅgha adalah pemimpin yang bertanggung jawab atas para bhikkhu dan responsif atas apa yang dilakukan oleh para bhikkhu. Ada cerita suatu kali Bhikkhu Upananda datang ke rumah seorang umat yang biasa memberikan dana makanan. Pagi itu makanan yang telah disiapkan oleh umat diberikan kepada anak dari keluarga itu yang lapar. Umat itu berniat memberi sesuatu sebagai penggantinya dan menanyakan apakah ia dapat memberi uang sebesar satu kahaapana kepada bhikkhu. Bhikkhu Upananda bertanya apakah umat akan memberi persembahan satu kahaapana kepadanya, dan mengambil uang itu. Para umat awam yang mengetahui hal itu merasa jijik dengan hal itu dan berkata, ”Seperti juga kita umat awam menerima uang, begitu pula dilakukan oleh bhikkhu Buddhis”. Hal ini sampai kepada Buddha, yang segera memberi respons dengan membuat aturan, apabila bhikkhu menerima uang atau emas maka ia melakukan pelanggaran pacittiya. Maka para bhikkhu seyogianya tidak terlibat dalam soal penerimaan uang walaupun terkait dengan pembangunan vihāra. Hal itu sebaiknya dilakukan oleh umat awam.
Apa makna seorang pemimpin bertanggung jawab? Beranggung jawab sebagai pemimpin berarti mengetahui bagaimana untuk memberi respons terhadap situasi secara cepat, matang dan profesional selain mampu melakukan dan menyelesaikan tugas yang harus dilakukan. Adalah tidak bertanggung jawab apabila seorang pemimpin bertindak ‘too late’ dan ‘too little’ sehingga menyebabkan penderitaan banyak orang.
Sudah menjadi konsekuensi pemimpin harus menyediakan waktu untuk membaca atau mendengar banyak laporan dan segera memberikan respons agar masalah dapat terselesaikan secepatnya. Buddha sebagai pemimpin selalu ada dan dapat ditemui oleh para bhikkhu dan umatnya. Sedemikian kuat kharisma Buddha, sehingga walaupun beliau sudah tiada tetapi terasa ‘ada’ dalam hati umat Buddha.
Pemimpin yang bertanggung jawab tidak akan ‘membisu’ di kala ada masalah dengan organisasi atau anggota yang dipimpinnya, karena akan menyebabkan kondisi ‘ada tapi serasa tiada’. Ada seseorang cerita, dulu pemimpinnya setiap malam selalu membaca email, chat BBM (waktu itu) dibalas dengan segera. Sekarang pemimpinnya tidak tahu kapan buka email atau wa, tidak tahu kapan responsnya sehingga ia merasa ‘jegleg………’

















