Memulai itu mudah, melanjutkan yang susah. Memulai itu susah, melanjutkan yang mudah. Mana yang lebih pas? Rasa-rasanya memulai dan melanjutkan itu harus selalu ada agar sebuah tujuan bisa tercapai. Jika hanya memulai tapi tidak diteruskan maka yang dimulai menjadi sia-sia. Waktu, tenaga dan pemikiran menjadi tak ada gunanya. Di bidang apa pun juga, memulai dan melanjutkan harus ada. Tak usah pusing mana yang lebih mudah dan susah. Jika kaki mau melangkah dan tangan mau bekerja serta pikiran mau merenung, tak ada yang susah. Yang susah hanya memikirkannya tanpa melangkah dan bekerja. Dengan bertindak, yang abstrak dan berupa konsep berubah menjadi nyata. Nah, disitulah memulai dan melanjutkan menjadi pasangan setia yang saling melengkapi untuk mencapai hasil. Tanpa memulai, tak akan ada melanjutkan. Jika hanya memulai tapi tak melanjukan, hasilnya menjadi nol besar.
Memulai dan melanjutkan sama-sama butuh komitmen. Disinilah salah satu kunci pembeda orang berhasil dan orang gagal. Komitmen. Satu kata itu saja sudah cukup untuk menilai apa sebab penting sebuah karya dan keberhasilan bisa diraih. Di awal memulai, butuh komitmen untuk menggerakkan langkah pertama sebagai perwujudan aksi dari hal-hal yang abstrak di pikiran dan konsep. Setelah langkah pertama, langkah kedua, ketiga dan seterusnya digerakkan oleh komitmen untuk tetap maju. Saat kesulitan menghadang, kebosanan menerpa dan tantangan menggila, disitulah komitmen berperan. Ia yang membuat kreatifitas muncul saat semua halangan siap menggagalkan impian dan tujuan. Sadar bahwa tak ada perjalanan mudah dan gampang, komitmen memperkuat keyakinan bahwa sedikit dan sekecil apa pun upaya harus tetap dilakukan. Jika berhenti, yah mati sudah. Mirip orang bersepeda yang akan jatuh saat ia berhenti mengayuh, energi untuk terus mengayuh datang dari komitmen.
2023 telah berlalu tujuh bulan. Tidak terasa sudah ada belasan artikel yang bisa dituangkan dan dinikmati banyak orang bersama Mettasik. Mereka bisa hadir karena ada niat untuk memulai, dan komitmen untuk melanjutkan. Saat kita sudah meraih hasil, ucapan terimakasih kepada diri sendiri bukanlah sebuah kebanggaan melainkan wujud cinta kepada diri sendiri. Ada banyak tantangan yang sudah berhasil dilewati sehingga keberhasilan bisa dicapai. Terimakasih HL atas tekad kuat kamu untuk bisa menemukan waktu, ide dan energi untuk menulis. Karena hari ini Anda sudah mampu, Anda tak punya alasan untuk mengatakan Anda tidak mampu. Anda hanya perlu memulai, melanjutkan dan mencapai hasil dengan komitmen

















