Top 10 Penulis

Tiga Renungan Meditatif Seorang Buddhis

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

man sitting at the top of the building
Photo by Isabell Winter

Pernahkah Anda mengalami kesulitan untuk memfokuskan pikiran ke obyek sewaktu berlatih meditasi? Khususnya sewaktu berlatih meditasi untuk ketenangan pikiran atau melatih konsentrasi/fokus (samattha bhavana)?

Kesulitan berfokus ini sering kita alami. Meskipun segala sesuatu sudah dipersiapkan semaksimal mungkin untuk mendukung latihan meditasi kita. Lingkungan sudah diupayakan setenang mungkin. Cahaya atau penerangan sudah diatur sehingga tidak mengganggu. Alas sudah disusun untuk mendukung duduk yang nyaman. Tubuh sudah diposisikan untuk duduk tegak, relaks, dan nyaman. Tetapi kenapa begitu sulit berkonsentrasi ke obyek meditasi?

Terlebih jika kita ikut latihan meditasi intensif dalam waktu yang cukup panjang dengan peserta yang cukup banyak. Apalagi jika tempat berlatih meditasi (duduk dan berjalan) kurang leluasa sehingga antar peserta menjadi agak berdekatan posisinya. Ditambah jika tidurnya harus bersama-sama dengan para peserta lain di dalam kamar yang tidak terlalu lapang.

Banyak sekali gangguan yang bisa muncul dalam pikiran kita sewaktu bermeditasi. Mulai dari teman sekamar yang “rame” sewaktu tidur alias mendengkur keras. Atau sesama meditator (yogi) yang jalannya berisik sehingga mengganggu konsentrasi. Atau teman sekamar yang menggunakan kamar mandi kelamaan. Atau ada yang lamban dalam mengambil makanan sewaktu antri makan. Atau ada yang jalannya terlalu lambat atau cepat sewaktu meditasi jalan sehingga membuat yang lain merasa kurang nyaman.

Dengan kondisi-kondisi tersebut tentu tantangannya luar biasa untuk mampu mengendalikan pikiran. Banyak godaan sewaktu pikiran diarahkan memegang obyek meditasi. Godaan muncul dari berbagai rangsangan panca indera.

Sebenarnya tidak hanya teman berlatih meditasi dan faktor lingkungan yang bisa menjadi sumber gangguan dalam pikiran kita. Panitia dan sukarelawan yang ada di lokasi meditasi juga bisa menyumbang gangguan ini. Tindakan mereka belum tentu sesuai dengan yang kita inginkan. Makanan dan minuman yang kurang cocok bisa juga mengganggu pikiran kita.

Jangan lupa, yang tidak hadir di lokasi meditasi pun bisa juga tidak kalah mengganggunya kepada pikiran kita. Kita bisa teringat kepada keluarga, pekerjaan, atasan dan rekan kerja, teman-teman, dan lain-lain. Semuanya ikut menyumbang gangguan terhadap konsentrasi pikiran kita. Kejadian yang sudah lewat maupun yang belum terjadi juga bisa silih berganti muncul dalam pikiran kita di saat sedang bermeditasi.

Berbagai gangguan dalam pikiran tersebut harus segera dienyahkan dari pikiran seorang meditator (yogi). Pikiran harus semaksimal mungkin berfokus kepada obyek meditasinya.

Ada tiga renungan yang kemungkinan berguna dalam membantu kita berkonsentrasi ke obyek sewaktu bermeditasi. Ketiga renungan tersebut dapat dilakukan di awal sesi meditasi atau di saat pikiran kita terganggu sewaktu bermeditasi.

Renungan pertama adalah “AKU BUKAN APA-APA. AKU BUKAN SIAPA-SIAPA.” Renungan ini berguna untuk mengingatkan dan membantu kita memutus pikiran pengganggu yang bersumber dari status, gelar, jabatan, posisi, pencapaian, prestasi, kegagalan, penyesalan, dan lain-lain yang biasanya diasosiasikan dengan diri kita. Melepas berbagai atribut tersebut dapat membantu memperkuat konsentrasi kita ke obyek meditasi.

Renungan kedua adalah “AKU TIDAK PUNYA APA-APA. AKU TIDAK PUNYA SIAPA-SIAPA.” Renungan ini berguna untuk mengingatkan dan membantu kita memutus pikiran pengganggu yang bersumber dari konsep “aku”. Begitu banyak yang “ditempelkan” ke “aku” kita. Melepas sejenak berbagai pikiran akan harta benda yang kita miliki dan orang-orang yang terkait dengan kita dapat membantu berfokus ke obyek meditasi.

Renungan ketiga adalah “AKU MENJAGA DIRIKU SENDIRI.” Renungan ini berguna untuk mengingatkan dan membantu kita memutus pikiran pengganggu yang bersumber dari lingkungan maupun orang-orang di sekitar kita. Sewaktu bermeditasi, kita sepenuhnya menjaga diri kita sendiri. Kita menjaga tingkah laku dan yang terutama adalah menjaga pikiran kita sendiri. Jangan hiraukan orang lain, apa-apa yang belum, sedang, atau sudah dilakukan oleh orang lain.

Mudah-mudahan ketiga renungan meditatif tersebut dapat membantu kita untuk berfokus kepada obyek meditasi dengan lebih kuat dan lama. Tidak hanya sewaktu berlatih meditasi, cobalah untuk mempraktikkan lebih luas ketiga renungan meditatif ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Sangat mungkin akan ada lebih banyak kebaikan bahkan keajaiban yang mendatangi kita dalam kehidupan ini jika kita sering mempraktikkan ketiga renungan tersebut.

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

sunset, family, silhouette
Kritik adalah berbahaya, karena melukai harga diri yang berharga dari seseorang, melukai perasaan penting, dan membangkitkan kebencian. Dale Carnegie
red apple fruit on four pyle books
Untuk mengerti dengan tepat gambaran besarnya, setiap orang seharusnya takut menjadi tertutupi secara mental dan terobsesi dengan satu bagian kecil saja dari kebenaran. Xun Zi

Tulisan Terkait