Bagian ke-tujuh dari konsep Etos Kerja Catur Dharmadasa+
Catur Dharmadasa+ dikembangkan untuk menjadi etos kerja abdi Dharma dan pandita/dharmaduta yang menjadi budaya kerja individu dan organisasi sebagai wujud karakter dan perilaku positif para abdi Dharma dan pandita/dharmaduta. Catur Dharmadasa+ diharapkan menjadi budaya organisasi dalam bekerja dan melayani Buddha Dharma terdiri dari empat dimensi yaitu tulus, cerdas, gotong royong dan tanggungjawab, (plus rendah hati dan kompeten bagi pandita/ dharmaduta), dan dibangun di atas fondasi Peduli Melayani
Selain empat dimensi di atas, ada dua dimensi tambahan yang secara khusus ditujukan kepada pandita/dharmaduta. Dua etos tambahan untuk pandita yaitu rendah hati dan kompeten
e. Rendah Hati
Dimensi selanjutnya adalah kerendahan hati. Perilaku sombong merugikan karena umat tidak suka pandita yang sombong, dan tidak menghormati mereka. Kesombongan membangun tembok yang memisahkan pandita dengan umat sedangkan kerendahan hati adalah jembatan yang menghubungkan pandita dengan umat.
Para pandita/dharmaduta menerima pelayanan dan perlakuan yang baik saat bertugas. Tunjukkan sikap rendah hati saat dilayani. Umat akan nyaman bila pandita rendah hati sehingga mereka pun bersedia membuka hati. Hilangkan jarak antara pandita dengan umat supaya hubungan menjadi enak.
Sebagai tambahan, tirulah samudera yang menjadi luas karena berada di tempat yang rendah sehingga air dari seluruh sungai mengalir ke sana. Sikap sombong menjauhkan diri dari belajar hal baru, dari pengalaman baru, dan dari orang lain. Buddha memuji sifat rendah hati seperti yang ditunjukkan oleh Hatthaka dari Āḷavī (AN 8.23). Selain itu, belajarlah dari Sappurisa Sutta (AN 4:73) saat berkhotbah; jangan bicarakan diri sendiri terlalu tinggi, atau terlalu sering membahas prestasi dan kebaikan diri sendiri, apalagi bila tidak ditanya.
Beberapa sikap dan perilaku sebagai indikator rendah hati antara lain adalah:
1. Menerima dengan senang hati ragam kondisi fasilitas yang disediakan.
2. Menyapa duluan dengan senyum dan ramah saat bertemu umat.
3. Mudah bergaul dengan umat dari berbagai kalangan..
4. Tidak meminta perlakuan istimewa.
5. Tidak meminta fasilitas yang berlebihan.
6. Memulai komunikasi untuk mengonfirmasi tugas kepada pengundang.
7. Tidak meninggikan status pandita/dharmaduta
f. Kompeten
Salah satu tugas pandita/dharmaduta adalah menyampaikan khotbah Dharma yang membutuhkan kemampuan penyampaian nilainilai moral, perilaku etis, kebajikan, spiritualitas dan lain sebagainya yang terkandung dalam ajaran Buddha sehingga umat mengerti dan tergerak untuk mengamalkan. Oleh sebab itu, penguasaan berbagai kompetensi dan keahlian, baik substantif maupun metodologi dalam menyampaikan khotbah adalah sebuah tuntutan (Hartono et al., 2020). Dengan kata lain, pandita/ dharmaduta harus kompeten agar mereka mampu menunaikan tugas mereka.
Ali et al., (2021) mengemukakan bahwa kualitas sumber daya manusia menentukan keberhasilan suatu organisasi dibanding organisasi lainnya. Kinerja sumber daya manusia bergantung pada kompetensi yaitu sebagai kelompok pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang memengaruhi bagian-bagian kunci dari suatu pekerjaan yang berhubungan dengan kinerja (Adefe et al., 2019). Pengertian kompetensi diuraikan oleh Yakob (2019) yaitu gambaran tentang pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang seseorang butuhkan agar memiliki kemampuan untuk menangani dan melakukan aktivitas dan tugas yang terkait dengan suatu pekerjaan. Kompetensi juga mengacu kepada ciri-ciri pribadi individu yang menunjukkan kinerja yang unggul serta kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk kinerja kerja yang efektif.
Sebelum memutuskan meninggalkan rumah, pangeran Siddhartha menguasai berbagai keterampilan dan seni. Ini ditunjukkan dari kisah beliau mengalahkan para pangeran Sakya untuk mempersunting putri Yasodhara. Selain itu, Buddha juga menjelaskan bahwa seseorang yang memiliki kompetensi, keterampilan, dan kebijaksanaan akan memperoleh upah, hadiah, dan bonus (SA 61). Banyak belajar dan memiliki keterampilan adalah termasuk berkah tertinggi (Kp 5).
Beberapa sikap dan perilaku sebagai
indikator kompeten antara lain adalah:
1. Mampu menyampaikan khotbah Dharma dengan baik
2. Memimpin upacara pemberkatan perkawinan dengan lancar
3. Membaca paritta dengan baik
4. Menggunakan multimedia saat berkhotbah.
5. Menulis artikel Dharma yang menginspirasi dan enak dibaca.
Penutup
Menjadi seorang abdi Dharma atau pandita/ dharmaduta adalah sebuah panggilan hati siswa perumahtangga untuk turut menyebarkan dharma yang indah di awal, tengah, dan akhir (Arthaviniścaya Sūtra), demi kebaikan banyak orang dan kesejahteraan dan kebahagiaan para dewa dan manusia (DN 14). Para abdi Dharma dan pandita/dharmaduta perlu menerapkan cara bekerja atau melayani umat secara positif dan berkualitas, dan yakin bahwa aktivitasnya adalah perbuatan luhur dan mulia. Etos kerja Catur Dharmadasa+ adalah salah satu pedoman untuk pengembangan kualitas SDM melalui organisasi Buddhis agar Buddha Dharma tetap lestari dan berkembang. Melalui penerapan etos kerja, seluruh SDM dalam suatu organisasi memiliki pandangan dan cara kerja yang sama dalam melaksanakan tugas, pengabdian, dan pelayanan.
Selesai
Daftar Pustaka
Adefe, K., Watson, D., & Liddle, J. (2019). Do Competency Frameworks Influence Business Performance? An Empirical Study of the Nigerian Banking Sector. International Journal of HRD Practice, Policy and Research, 4(1). https://doi.org/10.22324/ijhrdppr.4.101
Ali, M. M., Qureshi, S. M., Memon, M. S., Mari, S. I., & Ramzan, M. B. (2021). Competency Framework Development for Effective Human Resource Management. SAGE Open, 1(15). https://doi.org/10.1177/21582440211006124
Hartono, T., Masduki, Rosidi, I., & Romadi, P. (2020). The Da’i (Muslim Preachers) And Social Change Challenges: A Study Of Da’i Professionalism In Dumai, Riau. AFKARUNA, 16(1). https://doi.org/10.18196/AIIJIS.2020.0113.58-81
Yakob, R. (2019). Context, competencies, and local managerial capacity development: A longitudinal study of HRM implementation at Volvo Car China. Asian Business & Management. https://doi.org/10.1057/s41291-019-00080-4

















